Langit di Bulan Oktober

Langit bulan Oktober
Pernah menjadi pilu di antara nada nada lagu
Tatkala lahir seorang insan manusia berjiwa kapas
Tanpa diminta oleh sang ayah bunda bahkan dirinya

Langit bulan Oktober
Pernah merintih lirih saat ia menjadi alasan alasan dunia berputar
Semua bergerak karenanya
Si pujangga dalam kelana duka

Karena kelahirannya, mungkin punya tujuan dan cahaya yang lambat laun hilang diterpa ragu…
Mungkin benar…hidupnya tak punya cinta…percaya…dan setia…
Katanya …
Lalu ia hidup untuk apa?

Harapan datang penuh janji janji
Mengantar si anak ke ruang imaji berdimensi-dimensi…
Keputusan selalu diuji
Hidup…tak pernah lagi bak peri-peri…

Puisi ini hanya ingin menyampaikan bahwa … sungguh tak ada artinya semua yang terlewati.
Pencapaian jadi misteri.
Hidup dengan napas selaras tak pernah habis disyukuri…
Namun siapa yang mengharapkannya lebih gigih dalam bermimpi?

TGD 18 Oktober 10:38 pm

Iklan

Tentang Mati

Hidup itu sekali
Sesudah itu mati
Sekali yang penuh arti
Setelahnya tak ada kembali

Apa yang akan kau lakukan di tengah kemungkinan kemungkinan yang tak pasti
Sementara takdir sedang terjadi

Ini hanya tentang mati…
Tentang permintaan yang tak pernah keluar sunyi
Tentang persamaan , daun yang gugur dan terjatuh di tengah musim semi
Tentang balada kesedihan hati nurani

Ini hanya tentang mati…
Tak seistimewa lahirnya kehidupan yang alami
Hal sepele yang kadang penuh komedi
Namun satu satunya ide dunia yang paling pasti…

TGD 2 Oktober 2017

Pulang

Ingin ku hilang dari peradaban …
Merambat dalam kenangan-kenangan …
Mengumpulkan nyawa yang pernah di angan-angan …
Berkaca padanya …

Sampai langit terbelah..
Daratan menengadah…
Alam tak pernah berhenti berkisah…
Tentang arti kesendirian dan makna perpisahan .

Aku pulang

 

22 September 2017

Gamang

Aku berdiri di antara keyakinan dan rasa percaya
Di antara ada dan tiadanya sang pencipta
Di antara mungkin dan tidak mungkinnya bersuara

Sepi yang melanda diri bukanlah sepi
Bukan pula lupa diri
Namun Tuhan tengah bermain-main
Menggunakan rasa takut dan kehilangan
Maha daya membulak balikkan perasaan umatnya

Apakah aku adalah umat atau hanya penggiat.
Nyatanya insan manusia tidak benar benar utuh dalam nikmat dan niat

Manusia pernah bermimpi untuk bangun dan berharap bangun untuk bermimpi.

TGD

Senandung Benci

Senandung benci.
Tatkala marah sudah tak ada arti
Melihat pun tak sudi
Segala rasa sudah tersisih
Dengan geram dan emosi tinggi

Semudah itukah kita berubah
Karena hal yang bukan cinta
Menjadikan semua yang dilewati tak ada guna
Perasaan puas pun tak akan ada

Aku cemburu, pada hidup yang tak aku miliki
Namun aku tak sabar dengan masa depan indah yang akan segera aku raih

 

 
18:57 WIB

Kamu dan Senja

Langit terlihat begitu indah sore ini…
Kunikmati lepas selesaikan tanggung jawabku di akhir hari…
Lelah terbayar karena hela napasku bersimfoni dengan hembusan angin lirih…
Bak dunia milikku sendiri, senja seakan menjadi lukisan dari mimpi mimpi…

Mungkin semua ini kunikmati tanpamu di sisi…
Tapi bumi yang satu ini kuharap menyuguhkan hal yang sama padamu…
Wujud salam dan senyumku yang selalu mengingatmu kala sendiri…
Refleksi ini…untukmu…sebuah karya buah pikiran dan harapan di akhir hari…
Karena tak ada senja, tak ada pengingat malam…
Karena tak ada harapan, tak ada pengingat untukku tetap bertahan…
28 April 2017
senja

Datang Sang Sempurna

Aku tak akan berpikir dua kali untuk bisa meminta
Pada keberuntungan yang datangnya tiba-tiba itu…
Saat kelam berganti jawaban…
Akan rasa yakin dan percaya bahwa itulah dia…

Aku bukanlah Sang Sempurna yang pintar bermain kata dan manipulasi cara
Tapi hadirnya aku katanya adalah sebuah tanda dunia menjadi sempurna…
Maka pantaskah aku meminta lebih?
Dari sejuta tanda dan makna yang kubohongi, kini aku yakin betul aku ingin lebih…

Siang dan malam kini tak ada beda
Mereka melebur dalam bahagia…
Tak patut kumengerti karena begitulah adanya
Simfoni mahakarya dari suatu keadaan indah yang tiba-tiba saja tercipta..

11 Maret 2017 06:07 wib