PENDAR (bayangan dibawah sebuah cerita)

Aku melihat pendar cahaya di langit lepas. Memandangnya cukup menyipitkan mata yang lemah ini. Namun angin membantuku menikmati pantulan cahaya itu di atas air berombak. Kicauan burung menemaniku tergeletak di atas pasir putih yang hangat. Sendirian menikmati sedikit waktu dalam tahun perjuanganku yang panjang, membuatku larut dalam pikiranku yang tak pernah ada dalam waktu yang sama. Mengapa aku tak pernah berhasil? Mengapa aku tak berani melakukan hal yang kuingin? Mengapa aku tak memiliki cinta dalam hatiku? Mengapa aku tak pernah maju? Dan mengapa…aku larut dalam ketidakbahagiaan selama ini. Di ujung pandangan kumelihat perahu layar tak bertuan yang terombang ambing tak menahan hembusan angin yang menerpanya. Perahu itu tetap kokoh menerima kegaduhan di sekelilingnya. Mungkin kayunya kuat, layarnya mantap , dan yang pasti tak berpenghuni. Namun, perahu itu seakan dekat dan semakin dekat menghampiriku. Deburan ombak kecil berbuih menyambut kakiku yang terbangun dan melangkah maju. Hangatnya air seakan meresap ke dalam kulit dan hatiku. Tenang dan tenang melangkah pasti. Langkah dan melangkah melawan ombak yang masih bisa kurasakan. Perahu itu semakin dekat kepadaku.

Semakin jelas kulihat keanggunannya…dan kesunyian yang dalam tiba-tiba datang. Aku menyambut sebuah perahu yang tak pernah benar-benar menghampiriku di kejauhan. Dan ia jauh lebih indah di dasar lautan seperti ini……GELAP.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s