Kualitas Sesuai Realitas

Kembali ke topik utama,yaitu ketenagakerjaan Indonesia di tengah banyaknya polemik.
Kini,semua polemik itu terjawab dengan suatu bukti dimana keahlian itu lagi2 menjadi kendala.
Ternyata memang benar dan nyata,bahwa generasi muda kini sudah mengesampingkan keahlian,dan mengutamakan kesempatan saja.
Tidak heran banyak tenaga kerja Indonesia di bidang apa pun yang mengalami kegagalan di tengah jalan,karena hanya proses mendapatkannyalah saja yang menjadi tujuan utama.

Satu contoh bukti kecil,yang mungkin tak penting untuk dilihat adalah,penomena ujian praktek siswa-siswi kelas 12 Sekolah Menengah Atas,dimana ujian itu merupakan langkah awal berbagai macamnya ujian yang harus mereka hadapi.
Pemerintah,khususnya dinas kependidikan mengeluarkan aturan untuk melaksanakan ujian berbentuk praktek itu pasti ada tujuannya,walaupun tidak dijabarkan secara langsung.
Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk siap terjun ke lapangan atau dunia persaingan sebenernya,bukan hanya teori.
Walaupun tujuannya sulit terlihat,tp hal ini ada dan patut untuk diperhatikan. Karena kita tahu bersama kalau sistem pembelajaran sma,lebih besar teorinya daripada praktek,untuk itu kesempatan seperti ini seharus sangat dimanfaatkan dengan baik.

Tapi disitulah titik masalahnya,pelaksanaan ujian praktek ini (dari sudut pandang saya pribadi yang tidak bermaksud merusak pendapat atau dugaan pihak lain), belum berhasil meraup tujuan utamanya pada seluruh siswa yang terlibat.
Ujian ini masih dianggap prosedur yang harus dilewati saja,bukan tantangan dan poin penting dalam tahapan hidup mereka di SMA.
Sehingga, apa yang mereka lakukan tidak pernah maksimal.karena hanya mereka kerjakan untuk tuntutan saja. Dan alangkah tampak lebih jeleknya karena ini tanpa pengawasan dan terkesan dibiarkan. Oleh siapa?? Tentu pembaca tahu. Siapa lagi kalau bukan orang2 yang paling terlibat sebagai pengawas.
Tp alasan itu juga tidak bisa menjadi penyebab masalahnya,tidak semua oknum seperti itu,dan tidak semua oknum menerapkan ujian praktek yg istilahnya “ece-ece”.

Apa dampaknya? Siswa hanya ingin cepat selesai,dpat melewati hal yang menurut mereka sulit dengan mudah,tidak mengeluarkan usaha lebih untuk kesempurnaan prakteknya,dan tidak ada usaha lebih jauh,sehingga menjadikan ujian praktek adalah hal biasa saja. Padahal sebetulnya tidak sama sekali.
Bagi orang2 yang mengerti akan kesempatan bermakna,ujian praktek merupakan kesempatan yg baik yang jarang ditemukan siswa sma,yang patut mereka lewati dengan sempurna. Karena logikanya mereka jauh lebih matang dlm praktek,karena begitu banyak teori yang sudah siswa sma dapatkan selama 3 tahun. Seharusnya mereka sudah pantas berkiprah, dan membuktikannya lewat praktik mereka. Seperti apa dunia kerja itu,dunia bersaing,dunia penuh intrik,yaitu dunia sebenarnya saat mereka dewasa nanti.
Hal itu lah yang pemerintah harap dan inginkan.
Semua aturannya sudah baik,tp pelaksanaannya yang selalu keliru dan jarang ada perubahan sampai saat ini.

Dan karena itulah,belum ada atau jarang lulusan asli dengan kemampuannya. Selama teori iya oke,praktik dia membuktikannya dengan baik.jarang sekali.

Dan tidak heran lagi,kita lihat saja sekarang=Kualitas sesuai realitas!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s