Ketika Saya Berpikir Apakah Ini Adil…

oleh Dina Amalina pada 07 Mei 2010 jam 20:40
Hari ini,salah satu guru yang saya idolakan mengatakan dalam presentasinya,bahwa “segala sesuatunya kita pelajari dan kita mulai dari sekolah,di mana proses belajar dan dipelajari selalu berlangsung setiap saat”…
Saya ingin mendukung…tapi semua itu juga terkesan salah…karena bagi saya SEKOLAH ITU BERPIHAK!
Entah keadaan yang membuat sekolah menjadi terkesan berpihak, atau memang nasib yang menjalaninya saja..

kemudian, salah satu sahabat baik saya beberapa waktu lalu berkata, “Hhh…sekolah gak terlalu penting sih buat gue, sekolah bukan satu-satunya yang bisa ngebentuk seseorang, dan sekolah itu ngeselin, bayangin aja, semua diukur dari setiap ulangan akhir, bukan proses yang di jalanin menuju ke sana, kita berusaha bareng-bareng sekelas, nerima pelajaran yang sama, kerja kerasnya sama, ilmunya sama, tapi yang lebih bagus ORANG LAIN..”…yaaa..kira-kira saya menerjemahkan perkataan dia saat itu seperti itu,selayaknya pandangan saya.

Lalu beberapa minggu kemudian, guru yang paling saya kagumi dan segani berkata (karena sedang terpengaruh dengan amarah terhadap murid-muridnya), “kalay kau ingin menjadi orang yang sibuk dengan organisasi dan ekskulmu yang cuma buat ‘hahahihi’ itu,janganlah kau sekolah,fokuslah pada kegiatan non akademik itu,kalau perlu sekolah di bidang itu,tidak usah repot-repot acara sekolah saja kalau cuma bikin sekolah terganggu…kamu pikir David Beckam kuliah?dia cuma lulus SMA…tapi ya dia fokus sama apa yg dia kejar..sekarang kau pilih, sekolah sekolah yang serius,non akademik non akademik teruskan,jgn setengah-setengah dengan sekolah,tidak ada atlit yang menjalankan sekolah sekaligus bertinju-tinju ria..mereka pilih satu..toh masa de[an mu tak akan ancur ancur amat kalau kau memilih..”
begitulah kata guruku tercinta itu kira-kira..lelaki yang tipikal pemikiran dan rencana hidupnya sama dengan sahabat baik saya itu…

Tapi ya itu lah..pendapat pendapat mereka yang oke punya terngiang dan terus terpikirkan oleh saya…
Semua akan saya hubungkan…

Selama ini, saya selalu berusha menjadi siswa yang baik di mata seluruh komponen komponen sekolah,teman, guru…dan untuk menjadi baik di mata mereka sangat sulit dan kalau boleh berlebihan, itu butuh perjuangan dan tekad yang tinggi agar saya bukan hanya menjadi baik di mata,tapi berguna…
baik itu akademik maupun non. Ada saat-saat tertentu saya berhasil, wow saya sangat bersyukur pada Tuhan,bahwa saat itulah Dia sedang dekat saya. tapi ada saat Dia menjauh, dan itu terealisasikan dengan turunnya prestasi saya,ketidakmampuan saya dalam berbuat,dan kegagalan atas APA YANG TELAH SAYA USAHAKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DI SEKOLAH…
tapi Allah Maha tahu dan benar, karena pasti saat itu saya melakukan kesalahan dalam berikhtiar,itu pasti,mungkin saya kurang bersyukur,mungkin saya kurang keras dalam berusaha…semua itu salah saya…
tapi ada 1 hal yang terasa payah dan ingin selalu bertanya kenapa itu bisa terjadi dengan begitu mudah dibandingkan dengan usaha yang saya perbuat…
saya berusaha belajar dengan sungguh,target nilai bagus,tidak mengecewakan,dan menyenangkan menjadi bayangan pasti saya saat itu,karena saya menanamkan sesuatu dalam hati dan pikiran saya : ketika saya sudah berusaha dengan sungguh, tidak lupa akan doa dan berbagi kelebihan bersama, yang perlu saya lakukan adalah YAKIN DENGAN APA YANG TELAH SAYA USAHAKAN ITU. tidak salah, kan?itu motivasi yang sah-sah saja. tapi ketika itu,ada sekelompok orang yang tidak melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan, prinsip SANTAI DAN JALANI SAJA tetap mereka lakukan dengan leluasa dan percaya diri yang tinggi. Saya mencoba merangkul golongan ini, bukan untuk menjadi saya, tapi saya hanya ingin kita berhasil bersama-sama dengan cara yang benar, sejauh ini saya berusaha membuat cara saya adalah cara yang benar. Tapi saya akui mereka adalah golongan yang berpendirian tinggi dengan apa yang mereka lakukan…dan saya pahami itu,dan biarkan…
Dan inilah yang terjadi…mereka yang berhasil…saya yang gagal…wow…itu sesuatu yang sering terjadi dan terkesan wajar,kan? usaha mereka berbeda,cara mereka berbeda,bahkan niat mereka berbeda. Dan suka tidak suka hal ini terjadi di sekolah. DI MANA KITA SEMUA BELAJAR DARI SINI, APAPUN ITU.

tapi bagaimana pun juga,tidak ada yang patut dipersalahkan kecuali diri sendiri,dan kembali ke diri sendiri,saya selalu menanamkan lagi pada diri saya bahwa di saat seperti inilah saya harus MENJADI LEBIH BAIK…dan lebih baik lagi,walaupun sekali lagi, menjadi baik itu sulit. saya tanam lagi, di saat seperti inilah saya harus melihat saja ke depan dan pikirkan apa yang harus saya perbuat..
Muak memang…saya terkadang berpikir, saya ingin menjadi biasa saja,lebih santai dan menjadi golongan yang berpikir santai itu…tapi ITU bukan Saya,,,saya ingin menjadi seperti itu tapi saya tidak bisa, sdangkan menjadi diri sendiri cukup sulit..

terkadang saya berpikir tentang keadilan itu sendiri…guru, tidak semua memperhatikan proses,tapi hasil…kkhkkkkhkhkkh…kapan dooong yang berusaha diperhatikan!!!

tapi saya yakin,tetap saja yang berusaha itu lebih baik dibanding yang tidak. oke,tidak di mata orang-orang…tapi kepuasan itu yang sebenarnya dicari…ada saatnya pasti saya menjadi lebih baik…saya yakin saya mampu,saya yakin teman-teman seperjuangan cita-cita saya mampu, wah,mereka orang-orang yang hebat…

tapi dibalik itu semua…sekolah tetap prioritas…walaupun ujung-unjungnya status yang dicari..halah..halah…
terimakasih ya,buat orang-orang yang berpendapat di atas, senantiasa membuat saya berpikir,,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s